Pesantren Assalafiyatul Huda Tasikmalaya Sangat Membutuhkan Sarana Air Bersih

Dusun Sukahurip, yang terletak di Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, menjadi tempat berdirinya Pesantren Assalafiyatul Huda. Pesantren ini telah menjadi basis pendidikan Islam bagi sekitar 114 santri, dengan tambahan sekitar 300 siswa dari SMP dan SMA Assalafiyatul Huda yang berada dalam satu yayasan. Namun, di balik aktivitas pendidikan dan keagamaan yang sudah berlangsung lama ini, pesantren menghadapi tantangan besar, yaitu krisis air bersih.

Selama ini kebutuhan air di pesantren cukup memprihatinkan. Untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK), serta kegiatan ibadah, pesantren hanya bergantung pada aliran air dari saluran pengairan setempat. Namun, saluran ini bercampur limbah dari penambangan pasir dan rumah tangga, sehingga kebersihannya sangat diragukan. Air dari saluran pun harus disaring dengan peralatan seadanya, namun itu pun tidak mencukupi. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, pesantren harus membeli air galon isi ulang, yang sangat membebani anggaran sehari-hari.

(Kondisi kolam yang digunakan untuk menampung air dari saluran pengairan)

Krisis air bersih semakin terasa setiap kali musim kemarau panjang terjadi. Tidak hanya aliran pengairan yang mengering, sumur galian yang menjadi alternatif juga menunjukkan debit air yang sangat kecil. Bahkan, kondisi ini pernah memaksa santri untuk menggali tanah di area sawah demi mendapatkan rembesan air untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar mereka. Situasi ini menyebabkan para santri harus mengantri panjang untuk mendapatkan air, baik untuk wudhu maupun kebutuhan lainnya, sehingga mengganggu aktivitas harian dan ibadah mereka.

Salah satu santri alumni, Ustadz Ade Jordan, menceritakan bagaimana mereka harus berbagi hanya dengan beberapa sumur galian: satu untuk santri putra, satu untuk santri putri, satu untuk keluarga pesantren, dan dua lainnya untuk kebutuhan SMP dan SMA. Dengan total 114 santri, 15 anggota keluarga pesantren, dan 300 siswa, tentu jumlah tersebut jauh dari memadai.

(Aktivitas Santri)

Masalah seperti ini juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar pesantren, khususnya di Dusun Sukahurip yang sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Meskipun kebanyakan rumah warga sudah memiliki sumur galian untuk kebutuhan mandi dan cuci, air untuk minum dan masak tetap harus dibeli. Namun, bagi pesantren yang memiliki banyak penghuni, krisis air bersih menjadi tantangan yang lebih menyulitkan.

Solusi Dan Rencana Project

Untuk mengatasi masalah yang dihadapi Pesantren Assalafiyatul Huda, diperlukan upaya strategis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, program Water Action for People (WAFP) berusaha memberikan solusi berupa pembangunan wakaf sarana air bersih. Setelah melakukan assesmen, sumber air yang ada di lokasi milik Ustadz Ade Jordan rencana akan dimanfaatkan untuk menangani masalah air bersih ini.

Proyek ini direncanakan bisa memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi santri dan keluarga pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar pesantren. Rencana yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Membangun bak tangkap di sumber mata air dengan ukuran 2×2 meter. Air dari beberapa titik sumber mata air akan dikumpulkan di bak ini sebelum dialirkan ke pesantren.
  2. Membangun bak induk berukuran 4x4x2 meter (kapasitas 32.000 liter) akan dibangun di area pesantren untuk penyimpanan dan distribusi air ke berbagai kebutuhan pesantren.
  3. Penarikan pipa HDPE 1,5 inch sepanjang 4.500 meter akan dilakukan dari bak tampung di sumber mata air menuju bak induk di pesantren. Pipanisasi akan dilanjutkan menuju berbagai lokasi utama di area pesantren untuk keperluan MCK, asrama santri, tempat wudhu, dan dapur pesantren.
  4. Pemasangan sambungan kebeberapa rumah warga dusun Sibedil (yang ada disekitar lokasi pondok pesantren) sekitar 50 rumah.

BWA mengajak kaum muslimin untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan ini. Dana wakaf yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai pembangunan fasilitas air bersih di Pesantren Assalafiyatul Huda dan membantu ratusan santri, siswa, serta masyarakat sekitar pesantren untuk mendapatkan akses air bersih yang layak.

 

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp. 1.450.000.000 (Satu milyar empat ratus lima puluh juta rupiah)

Partner Lapang:

KH. Muhammad Sanusi

Salurkan Bantuan Anda

atau klik tombol berikut

[button color=”green” size=”medium” link=”https://woi.or.id/wakaf-air-ponpes-tasik” icon=”” target=”true”]Ya … Saya Mau Berwakaf …![/button]